EVOLUTION dimaksud tidak terkait dengan pengertian biologi, dan pada

EVOLUTION
= EVOLUSI

 

A.       PENGERTIAN
DAN MACAM-MACAM EVOLUSI

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Pengertian

Evolusi merupakan
perubahan yang terjadi dengan memerlukan waktu yang lama secara bertahap dan
merupakan perubahan yang bersifat besar dan luas, biasanya diperlukan jutaan
tahun dalam mencapai bentuk yang lainnya, yang biasanya menjadi lebih kompleks
ataupun menjadi bentuk yang lebih baik.

Pengertian lain juga mengatakan bahwa
evolusi merupakan sebuah proses pewarisan kompleks sifat suatu organisme yang
mengalami perubahan dari generasi ke generasi dalam jangka waktu sampai jutaan
tahun. Pada setiap makhluk hidup saat ini berasal dari makhluk hidup sebelumnya
yang bisa hadir dengan variasi – variasi baru yang bisa membuat keanekaragaman
makhluk hidup dengan berbagai spesies – spesies baru.

 

Macam
– Macam teori evolusi yang dikemukakan para ahli adalah sebagai berikut :

1.       
Herbert Spencer

Herbert Spencer merupakan seorang ahli
filsafat dari inggris, yang pertama kali menggunakan istilah evolusi. Spencer
berpendapat bahwa konsep evolusi yang dimaksud ialah berhubungan dengan suatu
perkembangan ciri ataupun sifat dari waktu ke waktu melalui perubahan
bertingkat. Spencer mengemukakan bahwa pengertian yang dikemukakan tersebut
menunjukan terjadinya suatu proses perubahan. Namun demikian, diliat dari
pengertian yang dimaksud tidak terkait dengan pengertian biologi, dan pada
perkembahngannya istilah tersebut tenggelam seturut dengan perkenbangan
pemikiran para akhli filsafat yang lainnya.

 

2.       
Charles Darwin ( 1809 –
1882 )

Charles Darwin pernah menyampaikan
pendapatnya bahwa evolusi dapat terjadi karena adanya seleksi alam. Seleksi
yang dimaksud Charles Darwin merupakan hasil opservasiyang dibuatnya yakni
sebagai berikut :

a.        
Setiap populasi pada
umumnya akan selalu bertambah terus karena adanya kegiatan berproduksi.

b.       
Adanya seleksi alam
yang membuat semua individu harus beradaptasi pada lingkungannya, dan yang
berhasil hidup akan mewariskan sifat – sifat keturunan makhluk hidup
sebelumnya.

c.        
Lebuh baik keturunan
yang dihasilkan dari pada makhluk hidup yang bertahan hidup.

d.       
Dalam suatu spesies
tidak akan ada individu yang identik sama karena selalu terjadi variasi dan
beberapa individu yang mempunyai sifat – sifat yang cocok dengan kondisi
lingkungan yang ada dibandingkan individu yang lainnya.

e.        
Pertambahan populasi
dibatasi faktor – faktor pembatas yang membuat peningkatan populasi yang tidak
berjalan mulus.

 

Charles Darwin memiliki buku yang
berjudul “The Origins of Spesies” yang menuliskan 4 pokok pikiran tentang
evolusi. Isi dari 4 pikiran Charles Darwin adalah sebagai berikut :

1)       
Spesias – spesias yang
ada saat ini merupakan hasil evolusi dari spesies – spesies yang terdahulu.

2)       
Seleksi alam merupakan
mekanisme untuk terjadinya evolusi.

3)       
Spesies yang berkerbat
dekat berevolusi dari keturunan yang jenisnya sama.

4)       
Bentuk – bentuknya
tidak memiliki sikap tetap, tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan
terus – menerus.

 

3.       
Jean Baptise Lamarck ( 1744
– 1829 )

Menurut Jean Baptise Lamarck, Evolusi
adalah suatu perubahan yang terjadi pada suatu individu yang diakibatkan oleh
faktor lingkungan yang dapat diturunkan. Teori tersebut dikenal sebagai teori
Lamarckisme. Contoh dari teori Lamarck adalah Lamarck memberikan pendapat bahwa
jerapah dulunya memiliki leher yang pendek, tetapi karena jerapah sulit untuk
menggapai makanan yang ada diatas pohon yang menyebabkan leher jerapah mulai
tertarik dan teregang selama bertahun – tahun yang membuat leher jerapah
menjadi semakin panjang.

 

Jean Baptise Lamarck memiliki buku yang
berjudul “Philosophic Zoologique” mengatakan bahwa organisme mikroskopis muncul
spontan dari bahan yang mati atau tidak hidup yang kemudian berevolusi jadi
bentuk – bentuk yang lebih kompleks. Lamarck percaya bahwa evolusi terjadi pada
saat sebuah organisme bagian tubuh tersebut berubah selama hidupnya dan
perubahan tersebut dapat diwariskan pada keturunan yang dimilikinya.

 

4.       
Erasmus Darwin ( 1731 –
1802 )

Erasmus Darwin memiliki buku yang
berjudul “Zoonomia or The Laws of Organic Life” dirinya berpendapat
bahwa evolusi dapat terjadi pada sebuah makhluk hidup ( Evolusi organic ) juga
termasuk manusia, juga percaya bahwa karakteristik yang dimiliki orang tua dan
diberikan pada keturunannya.

5.       
Aristoteles ( 384 – 322
SM )

Aristoteles memberikan pendapat, evolusi
dapat terjadi saat didasarkan pada metafisika alam. Metafisika alam adalah
merubah organisme dan habitatnya dari bentuk yang sederhana jadi bentuk yang
lebih kompleks.

 

6.       
William Paley ( 1743 –
1805 )

William Paley memiliki buku yang
berjudul “Natural Thurology” yang memberikan pendapat bahwa kekompleksan
makhluk hidup yang merupakan bukti kerja sama sang pencipta.

 

B.       SEJARAH
TEORI EVOLUSI

Pada dasarnya teori evolusi ada sebagai
salah satu jalan untuk mencari tahu asal mula makhluk hidup. Sebenarnya
pemikiran ini telah ada sejak jaman dahulu. Dalam ilmu peradaban Yunani,
Romawi, dan Cina. Namun sampai pada abad ke-18, pandangan biologis Barat masih
didominasi oleh esensialisme, dimana itu merupakan padangan bahwa bentuk –
bentuk kehidupan tidak berubah. Hal ini mulai berubah ketika pengaruh kosmologi
evolusioner dan filosofis mekanis menyebar dari ilmu fisik lalu ke sejarah
alam. Para naturalis mulai berfokus pada keanekaragaman spesies, lalu muncul
ilmu pleontologi dengan konsep kepunahan yang lebih jauh membantah pandangan
bahwa alam besifat statis. Pada awal abad ke-19, Jean Babtise Lamarck
menyampaikan teorinya mengenai trasmutasi spesies. Teori ini adalah teori
pertama yang dianggap ilmiah. Dan di susul beberapa penyampaian teori dari
beberapa tokoh hingga membuat teori evolusi semakin terkenal.

 

C.       PRINSIP
– PRINSIP EVOLUSI

Berbagai macam teori evolusi telah
disampaikan oleh beberapa para tokoh tersebut, yang akan menjadi dasar
pemikiran tentang evolusi selanjutnya. Proses evaluasi dapat dibedakan atas
dasar faktor – faktor berikut.

 

1.       
Evolusi Berdasarkan
Arahnya

Evolusi berdasarkan arahnya dibedakan
menjadi 2 yaitu :

1)       
Evolusi Progresif

Evolusi Progresif merupakan evolusi
menuju pada kemungkinan yang dapat

bertahan hidup. Proses ini dapat ditemui
melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada burung finch.

Isolasi geografis burung
finch di Kepulauan Galapagos mengberikan hasil lebih dari satu lusin spesies
baru setiap saat.

 

2)       
Evolusi Regresif

Evolusi Regresif adalah
proses menuju pada kemungkinan kepunahaan. Hal     ini
bisa dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada hewan     dinosaurus

 

2.       
Evolusi Berdasarkan
Skala Perubahannya

Evolusi berdasarkan skala perubahannya
dibedakan menjadi 2 yaitu :

1)       
Makroevolusi

Makroevolusi adalah
perubahan evolusi yang bisa mengakibatkan perubahan   dalam skala besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada        terbentuknya spesies baru.

 

2)       
Mikroevolusi

Mikroevolusi merupakan
kebalikan dari makroevolusi, mikroevolusi    merupakan
proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala       kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah
pada terjadinya perubahan pada      frekuensi
gen atau kromosom.

 

3.       
Evolusi Berdasarkan
Hsil Akhir

Evolusi berdasarkan hasil akhir
dibedakan menjadi 2 yaitu :

1)       
Evolusi Divergen

Evolusi Divergen adalah
proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu   spesies menjadi banyak spesies baru. Evolusi divergen ditemukan
saat     peristiwa terdapatnya lima jari
pada vertebrata yang berasal dari nenek moyang
yang sama dan kini dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.

 

2)       
Evolusi Konvergen

Evolusi Konvergen
merupakan proses evolusi yang perubahannya didasarkan pada adanya kesamaan struktur pada dua organ atau organisme pada
garis yang sama dari nenek moyang yang
sama. Hal ini bisa ditemui pada hiu dan      lumba
– lumba terlihat sama seperti organisme yang berkerabat dekat, tapi         ternyata hiu termasuk dalam      pisces, sedangkan ikan lumba – lumba   termasuk dalam mamalia.

 

D.      MEKANISME
EVOLUSI

Proses evolusi bisa terjadi karena
variasi ginetik dan seleksi alam. Adanya variasi ginetik ini disebabkan karena
adanya mutasi gen. Seleksi alam juga merupakan mekanisme evaluasi. Individu –
individu akan beradaptasi dan berjuang untuk mempertahankan hidupnya, sehingga
individu akan mengalami perubahan morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
Faktor – faktor yang berpengaruh di dalam mekanisme evolusi antara lain sebagai
berikut.

 

1.       
Mutasi

Peristiwa mutasi akan mengakibatkan
terjadinya prubahan frekuensi gen, sehingga akan mempengaruhi fenotipe dan
genotipe. Mutasi bisa bersifat menguntungkan dan bisa merugikan. Sifat
menguntungkan maupun merugikan itu dapat terjadi apabila :

1)       
Bisa menghasilkan sifat
baru yang lebih menguntungkan,

2)       
Bisa menghasilkan
spesies yang adaptif,

3)       
Memiliki peningkatan
daya fertilitas dan viabilitas.

 

Selain menguntungkan, tidak menutup
kemungkinan mutasi dapat bersifat merugikan yaitu menghasilkan sifat – sifat
yang memiliki sifat sebaliknya            dengan
sifat – sifat di atas.

 

2.       
Seleksi Alam dan
Adaptasi

Proses adaptasi akan diiringi dengan
proses seleksi. Individu yang mampu beradaptasi degan baik akan dapat
mempertahankan hidupnya, memiliki resistensi yang tinggi dan bisa melanjutkan
keturunannya. Sedangkan individu yang tidak dapat beradaptasi dengan baik aka
mati dan akan punah.

 

3.       
Aliran Gen

Dengan adanya aliran gen maka akan
terjadinya perpindahan alel (alternatif dari gen) di antara populasi – populasi
lewat migrasi dan individu yang melakukan perkawinan.

 

4.       
Perkawinan yang Tidak
Acak

Perkawinan tidak acak akan membuat alel
yang dibawa bersifat lebih disukai dan akan menjadi lebih sering ditemui dalam
populasi, sedangkan alel yang sifatnya tidak disukai akan berkurang dan mungkin
akan hilang dari populasi atau punah. Perkawinan yang dilakukan antara keluarga
dekat dapat mengakibatkan frekuensi gen upnormal atau gen resesif.

 

5.       
Genetik Drift

Genetik Drift adalah perubahan secara
acak pada frekuensi gen dari populasi kecil yang terisolasi. Keadaan ini bisa
dijumpai pada populasi terisolir kaum Amish di Amerika, ternyata ada yang
membawa alel yang menyebabkan sifat cebol satu dari setiap seribu kelahiran.

Hasil perkawinan acak tidak akan merubah
populasi tertentu yang ada. Perhitungan populasi secara acak tersebut dapat
ditentukan dengan Hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy Weinberg menyatakan bahwa
frekuensi gen dalam populasi dapat tetap distabilkan dan tetap berada dalam
keseimbangan dari satu generasi. Syarat terjadinya prinsip ini adalah :

 

1)       
Perkawinan secara acak,

2)       
Tidak ada seleksi alam,

3)       
Jumlah populasi terjadi
secara besar,

4)       
Tidak terjadinya mutasi
maju atau mutasi surut,

5)       
Tidak adanya migrasi.

 

E.       SEJARAH
PEMIKIRAN EVOLUSI

Pemikiran evolusi awalnya berasal dari
nenek moyang dan transmutasi spesies, pemikiran ini ada pada abad ke-6 SM lalu
dijelaskan secara rinci oleh Anaximandr. Kemudian muncul pemikiran yang sama
dari tokoh Empedokles, Lucretius, dan Al Jahir, filsuf Persia Ibnu Miskawaih,
Ikhwan As-Shafa, filsuf cina Zhuangzi, dan banyak tokoh lainnya yang
mengemukakan teori mereka sesuai perkembangan zaman yang ada.

 

F.       
SEJARAH EVOLUSI
KEHIDUPAN

1.       
Asal usul kehidupan

Asal usul kehidupan berasal dari evolusi
biologis, namun adanya pemahaman terhadap evolusi yang terjadi ketika organisme
muncul dan invetigasi yang dilakukan agar mengetahui bagaimana ini terjadi tdak
tergantung pada pemahaman bagaimana kehidupan dimulai. Hasil ilmiah saat ini
ialah bahwa senyawa biokimia menjadi kompleks, yang menyusun suatu kehidupan,
berasal dari sebuah reaksi kimia yang lebih sederhana. Todak terdapat konsensus
ilmiah yang pasti bagaimana kehidupan ini dimulai, namun dengan adanya proposal
yang membahas tentang molekul swa-replikasi misal RNA dan perakitan sel
sederhana.

 

2.       
Nenekmoyang bersama

Semua organisme di dalam bumi ini
merupakan keturunan dari pada leluhur yang sama. Spesies saat ini yang berada
dalam proses evolusi dengan keanekaragaman dari rentetan peristiwa spesiasi dan kepunahan. Nenek moyang dengan
organisme pertama kali dideduksi dari empat fakta sederhana mengenai organisme.

1)       
Bahwa organisme – organisme mempunyai
distribusi geografi yang tidak dapat dijelaskan dengan adaptasi lokal.

2)       
Bentuk keanekaragaman hayati tidaklah
berupa organisme yang ada sama sekali satu dengan yang lainnya, melainkan
berupa organisme yang memiliki kemiripan morfologis satu sama lainnya.

3)       
Sifat-sifat vestigial dengan fungsi
yang tidak jelas mempunyai kemiripan dengan sifat leluhur yang berfungsi jelas.

4)       
Organisme – organisme bisa
diklasifikasikan berdasarkan kemiripan ini ke dalam kelompok – kelompok
hierarkis.

 

3.       
Evolusi kehidupan

Walaupun ada ketidakpastian bagaimana
kehidupan dimuali, dimana pada umumnya diterima bahwa prokariota hidup di dalam bumi sekitar 3–4 miliar tahun yang
terdahulu.

 

G.      STUDI
KHASUS

Pengaruh penyebaran geografis

Makhluk hidup yang berasal dari satu
spesies yang hidup disatu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain
yang sifatnya dapat berubah. Perubahan itu bisa terjadi karena di tempat yang
baru makhluk hidup itu harus beradaptasi demi kelestariannya. Dengan demikian,
adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya
penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup yang dulu.  Dua
tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas
memiliki flora dan fauna yang sama sekali berbeda. Perbedaan susunan flora dan
fauna di kedua tempat itu antara lain karena disebabkan adanya isolasi
geografis.

Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi
secara alami oleh jenis makanan yang berbeda.

Contohnya ialah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan
Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya yang dilakukan tampak
burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan
menunjukkan bahwa burung Finch mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada
di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal lalu burung itu bermigrasi ke
Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan
hidup moyangnya. Lalu burung itu berkembangbiak dan memiliki keturunan yang
memiliki sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, dan tidak akan
mati. Karena lingkungannya yang berbeda, burung – burung itu menyesuaikan diri
dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies
burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruh yang dimilikinya.

x

Hi!
I'm Mack!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out